Sabtu, 17 November 2012

KIRAB BUDAYA KUNINGAN

Kirab budaya Jawa Barat zona wilayah tiga Cirebon Dermayon ini diikuti oleh lima kabupaten dan satu kota. Lima kabupaten tersebut adalah Kab. Cirebon, Kab. Indramayu, Kab. Kuningan, Kab. Majalengka dan Kab. Subang, sedangkan satu kota ialah Kota Cirebon. Kegiatan kirab budaya ini menampilkan jenis kesenian yang hampir punah sebagai hasil dari rekonstruksi dan revitalisasi yang dilakukan oleh para sarjana seni yang diturunkan kedaerah sebagai tenaga pemberdayaan di bidang seni. Setiap daerah yang terlibat di haruskan menampilkan tiga paket garapan seni yang khusus disiapkan untuk kegiatan helaran. Konsep helaran tentu berbeda dengan konsep panggung, dimana sebuah helaran dipertunjukan untuk di gelar sepanjang jalan dalam bentuk iring-iringan (aleut-aleutan/elar-elaran : Sunda). Kegiatan ini adalah merupakan program dari Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) propinsi Jawa Barat bidang kesenian dan film yang pelaksanaannya untuk wilayah zona tiga di berikan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Kuningan. Peta pembagian zona wilayah seni budaya di Jawa Barat terbagi dalam tiga besar, yang pertama wilayah zona seni budaya priangan dimana diwilayah ini karena terlalu luas dibagi lagi dalam dua zona, yakni zona priangan 1 dan 2, kedua wilayah zona seni budaya melayu betawi dan yang ketiga wilayah zona cirebon dermayon.Selama tahun dua ribu dua belas telah dilaksanakan tiga kali dan keempat kalinya di Kab. Kuningan. kegiatan serupa yang telah diselenggarakan di wilayah zona lain yaitu di Sukabumi untuk zona wilayah seni budaya priangan 1, kemudian di Karawang untuk zona wilayah seni budaya melayu betawi dan di Banjar sebagai wilayah zona seni budaya Priangan 2.

Acara ini dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi dari sangat banyaknya jenis kesenian tradisi di Jawa Barat, yang menurut informasi dari dinas pariwisata dan kebudayaan propinsi tercatat ada sekitar 243 jenis seni tradisi dengan kondisi yang beragam. Kondisi beragam tersebut adalah ada jenis kesenian yang punah, hampir punah dan sedang berkembang. Kesenian yang punah salah satu penyebabnya adalah sebagai akibat tidak adanya ruang yang diberikan oleh masyarakat ataupun pemerintah bagi jenis kesenian tersebut untuk tampil. Hal ini disebabkan oleh senangnya masarakat pada jenis kesenian kontemporer dan harus bersaingnya jenis kesenian yang punah tersebut dengan gempuran kedatangan kesenian dari luar yang dirasa lebih modern. Dengan pertimbangan hal itulah maka disparbud propinsi Jawa Barat berinisiatif untuk menyelenggarakan kirab seni budaya dengan maksud untuk memberikan ruang pada seniman untuk tampil dan seniman harus bisa mengkemas pertunjukan seni tersebut agar tidak terlihat jadul dan ujungnya kembali disenangi masyarakat. Kirab seni budaya tersebut sudah dilaksanakan sejak tahun 2011, artinya telah dua tahun berjalan. Kegiatan ini juga dimaksudkkan sebagai wadah bagi para seniman daerah untuk berkreasi dan tampil dalah event yang lebih tinggi yaitu ditingkat Jawa Barat. Harapan pemerintah yang lebih bermanfaat lagi dalam kegiatan ini adalah dituntutnya para seniman untuk turut mendorong pertumbuhkan ekonimi kreatif sehinggga bisa meningkatkan produk domestic bruto yang tinggi minimal bagi daerahnya.

Rute kirab budaya dimulai di depan pendopo paramarta kemudian masuk melalui jln. Siliwangi dan berakhir di Taman kota, menempuh jarak kurang lebih satu kilometer. Acara dibuka oleh bapak bupati kab. Kuningan kemudian selanjutnya dipertunjukan prosesi seni tari buyung yang dikolaborasi dengan tari kaulinan budak lembur disusul dengan angklung buncis.Urutan tampil secara berturut-turut yang pertama dari Kab. Majalengka, Kab. Kuningan, Kab. Cirebon, Kota Cirebon, Kab. Indramayu dan terakhir dari Kab. Subang. Kontingen dari Kab. Kuningan menampilkan seni ngarak dongdang, seni tarian mapag hujan dan ngarak tetenong. Dari kab. Majalengka menampilkan seni simbar kencana nata ing praja. Dari Kab. Cirebon ada tari cokek, seni barong-cu dan seni dompyong. Kemudian dari kota Cirebon ada seni ider naga,barongsay dan seni wayang wong. Selanjutnya dari kab, Subang ada seni kuda giribig, seni heulang jawa dan seni dog-dog leor. Sedangkan dari kab.Indramayu ada seni bunga rampai adat desa, seni genjring akrobat dan seni barong kepet. Dan dari kab.Kuningan ada seni sapton,seni rawayan kajene dan seni ngarak tetenong. Kegiatan ini mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat, meskipun harus bergelut dengan teriknya panas matahari, masyarakat tetap antusias sampai berakhirnya susunan acara yang disajikan. Sebagai bentuk apresiasi dari pihak pemerintahan yang diwakili oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan propinsi Jawa Barat memberikan penghargaan untuk tiga kategori penampil terbaik. Penampil terbaik satu jatuh pada Kab. Subang untuk terbaik kedua dari kab. Indramayu dan terakhir dari kab. Kuningan. Bagi penampill terbaik satu diberi kesempatan untuk tampil di tingkat nasional sebagai wakil zona wilayah tiga dalam acara Helaran Budaya Kemilau Nusantara.

Masyarakat kab.Kuningan yang menyaksikan acara helaran/kirab budaya terlihat sangat puas, mereka berharap dapat menyaksikan jenis kesenian daerah lain di Jawa Barat dan penyelenggaraannya tidak sekedar satu tahun sekali. Pedagang kupat tahu, pedagang air gelas, pedagang kumang, pedagang es krim dan pedagang-pedagang lainnya terlihat bahagia karena dagangannya laku terjual. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan kesenian dapat menumbuhkan ekonomi kreatif di masyarakat.

Sampai jumpa pada kegitan yang sama tahun depan.! (Bandung, 12 Nopember 2012.)

0 komentar:

Poskan Komentar